Pages

Ads 468x60px

Labels

Flickr Photostream

Meet The Author

Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tuesday, February 12, 2013


Seberapa Berhargakah Uang Rp 10.000 bagi Kita ?
Pada postingan kali ini saya akan berbagi , mari kita tundukan kepala :). Ternyata di negara Indonesia ini masih ada orang-orang yang susah untuk mendapatkan uang 10.000. Untuk mereka kalangan atas mungkin uang Rp.10.000 sudah tidak ada harganya dan hanya uang kecil yang tak ada artinya apa-apa, Contohnya seperti anak pejabat, DPR, dan lainnya.
Uang Rp.10.000 hanya buat :
- beli Rokok sebungkus.?
-Ng-net 4 jam?
-Ngemil Eskrim Magnum?
-Mejeng di Mc*?
-Beli CD "26"? (untuk para cowok)

tapi bagi kebanyakan orang d Indonesia untuk mencari uang sebesar ini mereka harus bersusah payah, dan banyak orang menganggap uang sebesar ini adalah nyawa untuk keluarga mereka dalam sehari.

Semoga gambar-gambar dibawah ini dapat menjadi bahan renungan kita.

Penambang Belerang





Penambang Belerang..mereka hanya mendapat uang Rp.300/Kg dari belerang yang mereka angkut..jarak yang ditempuh mengangkat beban kiloan meter...

untuk mendapat upah 10.000 mereka kira2 harus mengangkat belerang 33kg belerang..

Pemecah Batu


BURUH PEMECAH BATU. Seorang buruh melakukan proses pemecahan batu kali, di Karang Tengah, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Selasa (19/1). Buruh pemecah batu kali yang digunakan tersebut mendapat upah Rp 1.250 perkeranjang batu, dalam satu hari bisa mendapatkan upah Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Penambang Batu


Dalam sehari bisa mengumpulkan sebanyak satu truk pasir berukuran sedang dan dihargai 50 ribu rupiah. Hasil penjualan ini, kemudian dibagi berempat setelah dikurangi jatah untuk juragan pasir. Setidaknya masing-masing penambang bisa mengantongi upah 10 ribu rupiah. Namun saat musim kemarau, seakan menjadi ujian berat bagi para penambang. Untuk memenuhi pesanan pasir sebanyak satu truk berukuran sedang saja, mereka dapat memenuhinya dalam waktu semingggu. Disaat-saat seperti inilah, mereka harus pandai menyiasati hidup, mengatur pengeluaran sebijak mungkin.

Pemetik Teh


mengumpulkan 20 -50 kg pucuk teh. "Itu sudah bagus sekali. Setiap kilonya dihargai oleh pihak perkebunan Rp 325,"
»»  READMORE...